Langsung ke konten utama

52/90

Hujan, terik matahari, aspal lapangan yang keras, malam yang gelap dan dingin, angin pada waktu matahari mulai tenggelam, ruang kelas yang lembab. Mereka segelintir yang menyaksikan keberadaan kita. Pertemanan yang tidak mengenal apapun, dan tidak perduli apapun. Kekesalanku hanya karena kau mendukung tim merah dari Manchester itu. Tapi tidak apa, satu kesalahanmu yang itu agaknya masih sanggup aku terima.

Semoga lekas sembuh dan kembali, melihatmu seperti itu menghancurkan seluruh haru yang tidak pernah tertuang. Maaf belum bisa ada disana untukmu, Kawanku.

Jangan sampai, aku bilang jangan sampai kau sampai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Relativitas

Semua mungkin sepakat sama gue kalo pagi ini diawali dengan kekompakan media massa dalam hal berita. Mulai dari media cetak, elektronik, sosial, sampe media nature. Oke maap, itu Melia. Iya, jadi berita pagi ini itu seragam semua tanpa terkecuali. Tanpa memandang yang paling beda sampai yang paling baru. Beritanya apa? Beritanya adalah kenaikan harga BBM yang bukan jadi isu lagi tapi udah jadi kenyataan. Wuihhh, berita yang sensitif dan bukan termasuk berita populis buat masyarakat kan? Wajar aja langsung geger dimana-mana. Dan pom bensin di h-1 itu udah kek rumah makan padang, tapi gratisan. Kebayang kan ramenya kek mana? Mungkin kenaikan bbm