Langsung ke konten utama

Endless

"Sure. You will, you will."
Some says it would be very difficult, even myself so.


But hard doesn't mean impossible, is it? First you strive on it, then you fall, and get hurt after all. This things are important to make the iron heart. We all know that.


You might get your own wound, and scar that never be erased. The pain you suffer will stick on your step wherever you are going to be. And the sorrow in your deepest heart always tell something reverse on your mind. They ask you to givin' up, to surrender.

But you wont.


In this moment you're gonna remember someone you were meant to find, the one was made to be yours. Who will lift you up, and carry you on in your hardest time. To light your light again. A pair of hand you've been longing all this time. The answer of your praying.


And you will get her, eventually.
With the brightest smile and dazzling eyes standing gracefully in front of the door.


Now, the wait is over.

She will say,
"That's fine, we still have each other."

Then you realized you have the whole universe behind your back. In the shape of her.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Relativitas

Semua mungkin sepakat sama gue kalo pagi ini diawali dengan kekompakan media massa dalam hal berita. Mulai dari media cetak, elektronik, sosial, sampe media nature. Oke maap, itu Melia. Iya, jadi berita pagi ini itu seragam semua tanpa terkecuali. Tanpa memandang yang paling beda sampai yang paling baru. Beritanya apa? Beritanya adalah kenaikan harga BBM yang bukan jadi isu lagi tapi udah jadi kenyataan. Wuihhh, berita yang sensitif dan bukan termasuk berita populis buat masyarakat kan? Wajar aja langsung geger dimana-mana. Dan pom bensin di h-1 itu udah kek rumah makan padang, tapi gratisan. Kebayang kan ramenya kek mana? Mungkin kenaikan bbm

Sedikit Tentang Ujian

Hay, udah lama banget gue ngga update ini blog. Mungkin ada sekitar 3 bulan blog ini gue telantarin gitu aja. Iya gue ngelanggar komitmen yang udah gue buat saat pertama kali ngebikin blog ini. Tapi gue juga gatau kenapa dalam tempo 3 bulan belakangan gue sama sekali ngga punya ide buat nulis apapun disini. Huft. Memasuki pertengahan April cantik ini, bulan bersejarah buat gue dan semua orang yang udah pernah lulus dari SMA atau sederajat. You know why? Karena beberapa hari di bulan ini bakal terjadi ‘pertikaian’ antara murid dan beberapa lembar kertas, yang mereka katakan sebagai parameter 3 tahun lo di sekolah itu. Udah tau kan? Yup, Ujian Nasional (UN) tingkat SMA. Momok menyeramkan bagi sebagian murid, tanpa terkecuali gue (dulu). Suatu moment, yang selalu bisa menyulap si pemalas  jadi kutu buku, si murid berandal jadi alim, dan lain lain. Yahh walaupun temporer. Tapi gue serius, Ujian Nasional udah jadi magis tersendiri buat kebanyakan murid. Mereka menempuh...