Langsung ke konten utama

Postingan

Aurora Borealis

Sengaja gue tulis satu hari sebelumnya guna menghindari intervensi dari pihak luar atau pesan sponsor tambahan yang takutnya bakal gue tulis disini. Haha Beberapa bulan kebelakang dan kedepan ini gue sibuk memilah-milah berbagai kesibukan, kemauan, dan keharusan berdasarkan skala prioritas. Tidak boleh ini, harus itu supaya itu. Pokoknya banyak deh. Ironisnya skala itu setiap tahunnya semakin bertambah panjang, merenggang ke kiri dan kanan. Dampaknya gue jadi blingsatan sendiri buat mengatur segalanya. Setiap waktunya, mulai dari bangun sampai bangun lagi. Sepresisi mungkin. Sisi positif dari hal melelahkan itu adalah gue seneng karena gue bisa menjaga bara antusiasme itu tetap menyala. Yg tadinya redup, sekarang sudah menemukan hembusannya kembali.

Terumbu Merah Putih

Dalam kurun waktu satu kalender Masehi yang jumlahnya 365 hari itu, udah jadi hal wajar kalo ada satu atau dua tanggal yang bisa menggugah emosi kita sampai pada konsentrat tertinggi. Kaya contohnya, tanggal ulang tahun kita. Ulang tahun temen kita, sahabat, atau orang-orang yang punya andil besar dalam hidup kita. Entah karena dia berharga, atau lebih berharga dari itu. Pasti. Gue berani jamin kalo semua orang pasti punya tanggal-tanggal istimewa dalam hidup mereka.   Dan gue merupakan satu dari sekian banyak manusia tersebut. Dalam kalender digital gue, banyaaak banget tanggal tertentu yang sengaja gue tandain karena emang peristiwa yang terjadi beberapa tahun silam di tanggal itu sudah berkembang menjadi sesuatu yang penting dalam kehidupan gue. Lalu saat tanggal itu mulai mendekat dan terulang kembali. Gue selalu melakukan beberapa hal kecil. Seperti mengucapkannya, merayakannya, atau menuliskannya.   Sama seperti sekarang ini.   Kalo kalian udah ba...

35 Menit Menuju Tangerang

18.30 Jumat, 5 Agustus 2016   Drap...Drap...Drap...   Sepasang sandal yang tengah beradu dengan lantai Stasiun Duri jadi sedikit pengingat bahwa hari itu perjalananku sedari pagi hampir berakhir. Tidak terlalu berisik, karena saat berjalan aku akan mengangkat kakiku dan meletakkannya dengan hati-hati. Terinspirasi dari beberapa film barat yang tokoh utamanya hampir selalu berjalan ataupun berlari tanpa menimbulkan suara. Bagaimana bisa? Sepatu boots yang besar itu tidak membuat gaduh saat bersinggungan dengan lantai. Jadi aku selalu meniru gaya berjalan mereka, walaupun susah pada awalnya. Tapi tetap aku biasakan. Itu keren. Aku tidak suka dengan orang yang ketika berjalan menciptakan suara yang sebegitu riuh. Kakinya seperti kuda di jalan aspal, berisik sekali. Sandal gunung warna hitam itu sudah berumur 2 tahun lebih, termasuk awet untuk ukuran alas kaki yang sangat sering dipakai. Kemanapun, untuk kegiatan apapun. Tidak ada penurunan berarti ...

Pokus

Daftar teratas dari hal yg ingin gue lakukan saat nulis catatan ini adalah mencekik Randy Saputra sampe megap-megap. Si Kampret itu hampir menghancurkan seluruh rencana yg udah gue susun dari jauh hari sebelumnya cuman karena keteledoran dia. Pagi itu, gue bangun jam 4 kurang karena mau ngikutin acara di Senayan. Acara dengan nama Pokus itu adalah acara menangkap Pokémon akbar yang diselenggarakan oleh Kaskus. Awalnya gue mau dateng sendiri tuh, tapi karena Randy mau ikut juga. Jadilah gue dengan senang hati mengiyakan perihal keberangkatan bersama dari rumah kita. Berhubung rumah kita cukup dekat.

Loev Letter

I’d send a postcard to you, Dear ‘Cause I wish you were here I’ll watch the night turn blue But it’s not the same without you Because it takes two to whisper quietly   The silence isn’t so bad ‘Till I look at my hands and feel sad ‘Cause the spaces between my fingers Are right where yours fit perfectly Waist-deep in thought because When I think of you I don’t feel so alone As many times as I blink I’ll think of you tonight   When violet eyes get brighter And heavy wings grow lighter I’ll taste the sky and feel alive again But I swear I won’t forget you

Reunited

Beberapa paragraf awal postingan ini (lagi-lagi) gue istimewakan buat seorang teman baik. Walaupun kita terpaut ratusan kilometer jauhnya. Percayalah, namamu sudah menjadi salah satu yang menambah cerita di hidupku. Aku masih ingat saat pertama kali pandangan kita bersua, juga merapalkan kalimat di sebelah kolam renang itu. Masih terekam jelas, tidak akan terlupa karena aku langsung menulis deskripsinya di catatanku. Selamat mengulang tanggal 18 Juni-mu kemarin, untuk yang ke-21. Semoga aksenmu tidak pernah hilang, karena aku selalu suka setiap kali mendengarnya. Juga kacamata lucu yang aku idolakan itu, aksesoris penambah estetika yang selalu kamu kenakan. Tampak pas, aku sudah pernah mengatakannya, kan? Tetaplah menjadi wanita membumi seperti kamu yang biasanya. Lalu doa template yang aku yakin sudah banyak kamu dengar yang tidak aku tulis disini. Karena akan menghabiskan lebih dari 3 halaman Microsoft Word jika aku nekat menjabarkannya. Semua semoga itu terbang diudara...

Terma Aluvium

Salah kaprah. Minggu ini bukannya santai tapi malah lunglai. Agak melelahkan memang kalo bantu orang pindahan. Masalahnya cowok selalu dapet porsi gotong lemari dan kulkas. Juga benda dengan berat lebih dari 20kilo lainnya.   Untunglah kerabat dekat, jadi aku tidak terlalu misuh-misuh mengenai otot yang menegang beberapa jam tadi. Dan berbagi sedikit kebaikan tepat sehari sebelum Ramadhan kiranya juga bukan ide buruk.   Benar-benar menyita waktu, datang pagi pulang malem dihari minggu. Dilanjut ritual Shalat Tarawih pertama. Beruntung hari ini berbeda dari hari biasanya, oleh sebab itu aku tidak sudi jika harus dilewati tanpa mengisi blog sialan ini. --,   J adilah sesempatnya dan secepatnya aku membuat catatan ini.   Semua orang pasti punya perilaku yang sudah menjadi kebiasaan. Dan kebiasaanku sedari dulu adalah menyempatkan diri sejenak untuk memikirkan hal kecil. Hal remeh-temeh mungkin kalo kamu bilang. Tapi tidak masalah lah, selama aku menikmat...

Polaris : Interval

Beberapa bulan yang sudah menjadi tahun. Aku masih melihat ke arah langit sampai saat ini. Menunggu sesuatu yang menakjubkan jatuh, walaupun kemungkinannya satu berbanding sekian puluh, ratus, atau ribu. Kakiku menyatu dengan tanah, teramat berat untuk terangkat. Tidak bisa pergi, tentangmu telah menyatu menjadi sebilah mata pisau, mematikan syaraf. Lebih lagi. Sesulit yang dapat kamu bayangkan.   Mari kita rinci pertemuan terakhir kita sebentar. Aku menyebutnya pertemuan karena malam itu kita benar-benar bertemu. Dan tidak lebih dari itu. Hanya beberapa kali melemparkan pandang, dan beradu tatap. Tidak lama, hanya beberapa detik. Tapi buatku malam itu sudah mampu membuatku menyadari. Aku masih disini, di tempat yang sama.

Postingan Normal

Haruskah gue memulainya dari awal lagi? Kalo begitu, oke. Hallo! Selamat membaca kembali. Huhu, ini postingan pertama gue di tahun 2016. Maaf sekali. Kurang lebih selama 3 bulan ini gue ngga melakukan aktivitas apapun di blog ga jelas ini. Tapi bukan berarti gue berhenti nulis, tidak, sama sekali. Gue tetap menulis, di setiap harinya, di setiap kejadiannya, di setiap kelanjutan realita yang cukup menarik. Hanya saja, semua itu ngga gue transformasikan jadi postingan blog. Alasannya? Mungkin terlalu begitu, atau kurang begini. Yahh pokoknya belum lolos standar aja. Dan postingan awal tahun yang sesampah ini yang harus membuka tahun ini, karena kedepannya gue ngga tau bakal banyak ngepost atau sedikit ngepost. Semoga saja. Seperti tahun sebelumnya, gue bakal cerita mengenai resolusi atau wacana (sad) tahunan. Walaupun ada beberapa goal yang tembus, tapi juga banyak goal yang meleset. Dan sepertinya 2015 jadi salah satu tahun terburuk buat gue. Di tahun itu gue berumur 20 t...

Valkyrie

Siapa yang paling kuat yang akan menang, begitu kata mereka yang mengadopsi bunyi hukum rimba. Manusia barbar dari benua biru yang lebih menyukai pedang yang beradu ketimbang tangan yang bersatu. Tapi tak apa, semua itu hal biasa di saat itu. Kekuasaan yang perlu dibayar dengan mahal. Bukan dengan berpeti-peti emas, tapi sesuatu yang terdengar kurang pantas. Ratusan kepala yang ditebas dan ribuan bola mata yang terlepas. Banyaknya pertumpahan darah dan isi kepala yang tercecer di bumi itu membuatmu turun ke dunia. Keindahan yang keji, kalo aku boleh menyebutnya. Sebab pekerjaanmu yang mencekam dan tampak hitam. Memilah roh yang merupakan kehidupan lalu membunuh sisanya. Meskipun bertemankan kematian, parasmu tidak pernah menunjukan kegelisahan. Kebiasaan mengerikan. Biarpun begitu. Penampilanmu selalu mencengangkan. Menaiki pegasus atau unicorn, keduanya sama menakjubkan dan mengindahkanmu lebih lagi. Tunggangan mahal sempurna yang cocok jika harus dipadukan denganmu. Juga de...

Sanctuary

“Di dunia ini, tempat seperti apa yang paling kamu inginkan untuk menetap disana?” Aku berpikir keras untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang aku tanyakan sendiri kepada diriku itu. Tempat apa? Apakah tempat menakjubkan semacam kastil megah yang super mewah seperti yang ada di cerita Walt Disney. Dengan puluhan pengurus rumah yang handal, dengan ladang hijau berisi kawanan kijang di sepanjang mata memandang ke pekarangan, dengan dapur yang tampak penuh dan apapun yang kita inginkan tersedia. Tempat dimana kebahagiaan layaknya pasir di gurun sahara. Terlalu banyak kesenangan sampai kita merasa sedih, sedih yang menyelinap perlahan di hamparan kebahagiaan. Semacam itu kah tempat yang aku maksud?   Saat berbicara tentang impian, mau tidak mau dongeng dan imajinasi harus berkolaborasi. Dan aku, yang semasa kecil berteman dengan ratusan buku komik tentu tidak terlalu kesulitan menemukan bayangan tentang lokasi impian yang ingin aku tinggali. Semua semudah menjentikkan jar...

Turbulensi

Beberapa jam sebelum hari kemarin berakhir gue udah hampir collaps. Dengan sederet kejadian mengejutkan yang gue alamin sedari pagi sampe sore yang bisa bikin migrain. Kejadian berantai, maksud gue. Karena hal itu gue jadi ngga bisa melakukan hal ini. Karena hal ini ngga bisa gue lakukan, hal itu akhirnya ngga jadi. Sesuatu semacam itu, kalian pasti paham lah.   Kebanyakan manusia beruntung di hari kelahirannya, ya gue tau itu opini gue aja. Meskipun cuman opini tapi gue yakin banget, soalnya banyak temen/seseorang yang gue tau. Dari cerita yang gue denger dari mereka, ataupun dari yang gue tau. Hoki mereka seakan berlipat. Dan itu yang jadi patokan gue dalam menilai hari kelahiran. Hari yang beruntung.   Tapi semesta punya rencana lain buat gue. Selalu begitu, Tuhan Maha Mengejutkan.  

Binokular

Biru, lalu abu. Langit pasti setuju jika awan pucat selalu mengganggu. Diluar itu, aku tidak menemukan hal lain yang sanggup merusak langit, selain dirimu tentu. Menjadi salah satu penikmat langit, pada waktu apapun di jam berapapun. Orang semacamku pasti paham, jika awan mendung memegang peranan besar perihal estetika permadani yang menggantung diatas. Jujur saja, aku kurang begitu tertarik dengan sebentuk abu-abu itu. Ia disana dengan angkuh, melenggak di lapisan atmosfir. Dengannya, sedetik biru di langit tampak berlubang. Seumpama pigura berwarna hitam kotor yang diletakkan di dinding besar bercatkan putih. Menyita perhatian. Langit biru sudah sangat indah. Terhampar begitu luas, tanpa batas. Jikapun ada benda lain yang tinggal disana. Sudah ada awan putih yang melengkapi dan cukup pandai berperan sebagai pelengkap. Dan bukan menjadi antagonis seperti saudara jauhnya. Jika bisa, aku pasti meminta kehadiran angin. Untuk memandu sang penjahat ke tempat yang jauh dari pand...

Tanah Kelabu

Kali kedua gue menulis tentang satu moment penting berkaitan dengan bangsa Indonesia. Jika tulisan pertama gue rada kurang jelas dan belum membentuk lingkaran sempurna. Yang sekarang ini akan gue usahakan sepenuhnya. Baiklah... 17 Agustus 2015. 70 tahun yang lalu, terjadi salah satu hari paling penting dalam sejarah bangsa ini, maaf bukan hari. Detik. Detik mendebarkan dimana kehormatan negara dipertaruhkan diujung tiang. Detik dimana ribuan asa menggantung di pundak sekumpulan orang yang berdiri di halaman rumah yang beralamat di Jl. Pegangsaan Timur no.56, Jakarta. Mendeklarasikan teks proklamasi dengan khidmat. Satu peristiwa yang dimotori oleh orang-orang yang luar biasa hebat, untuk bangsa yang (sebenarnya) sangat hebat. Indonesia sudah lama merdeka. Ya, 70 tahun umurnya saat ini. Sudah tidak muda tapi juga belum cukup tua. Kita masih melangkah, walaupun lemah. Tetap bergerak, walaupun berat. Asalkan kita tetap membentang, negara ini punya masa depan yang jauh lebi...

Malam Belum Berakhir

“Saat langit semakin pekat, kamu dengar? Lalu aku akan menghampirimu disana.” Maaf, sayang. Aku sudah terlebih dahulu berjanji dengan waktu. Tunggulah, lalu akan ku pastikan penantianmu takkan sia-sia. Langkahku gontai menghadapi pagi. Aku memulai dengan menghabiskan beberapa jam meratapi matahari yang tampak tidak adil. Sinarnya yang terlihat semakin angkuh dibanding hari sebelumnya. Ia menyorotkan kilau tajam, melucuti tubuh hidup yang mati. Menyapu gelap dengan perlahan. Mendaratkan kehangatan yang buatku bak minyak mendidih. Menakutkan.

Ingatan Terbaik

Maaf. Pada tulisan yang sangat ngga biasa kali ini. Gue menganjurkan kalian buat melewatkannya. Serius. Karena apa, karena bakal banyak kalimat dan diksi yang mengerikan. Menjijikan mungkin. Dramatisir yang miris. Hiperbolis yang bikin limbung. Luapan hati yang ngga sante. Juga banyak bumbu melankolis yang bertebaran. Intinya, jangan. Tapi kalo lo nekat, yaudah. Dengan senang hati. Silahkan menikmati hidangan penuh kontroversi hati dibawah. Sebelumnya, yang penting gue udah ngingetin. Sebagian dari kalian mungkin bakal sedikit berputar haluan dalam hal penilaian ke gue. Tapi terserah sajalah. Idfc. :3   Ini apa? Ini anomali. Kejadian langka dalam kehidupan gue yang jarang banget gue temuin. Adalah sebuah perasaan yang janggal. Ganjil yang bisa membuat gatal sampai ke kerongkongan. Gatau nih, beberapa hari belakangan

Diluar Hal Biasa

Jika kita gampang terkesan sama orang lain. Terutama sama temen atau sahabat di lingkungan sekitar. Gue berani bilang kalo penyebab hal itu ada 3. Entah standar kesan kita yang kelewat rendah, kita yang dikelilingi sama orang-orang luar biasa yang dengan mudah bisa membuat kita terkesan, atau terakhir. Jika kita bisa melihat lebih dalam. Gue mengalami hal itu. Momen-momen mengesankan dengan intensitas yang cukup sering yang seliweran dengan sangat tidak sopan di kehidupan gue. Tapi ini dalam artian yang positif ya. Bukan mengesankan dalam hal yang negatif. Ciri-ciri momen berkesan buat gue adalah saat gue mendecakkan kata “WAH” dengan panjang 5 harokat dalam hati. Juga saat ngeliat temen gue ngelakuin sesuatu yang bisa bikin gue bilang, “How could you do that?

"I need your help, my 'friend'."

Banyak orang dan beberapa opini mereka yang bikin gue gerah akhir-akhir ini. Alasannya cukup banyak tapi kali ini gue bakal bahas tentang satu hal aja. Diantara semua itu yang paling bikin gue kesel. Gue ngga tau apa lo juga salah satu dari golongan ini atau bukan. Semoga aja bukan ya. Golongan itu adalah mereka yang punya pemikiran ‘aneh’ menurut gue. Dan hasil dari pemikiran mereka itu ditransformasikan jadi sebuah output ucapan yang bunyinya kurang-lebih;   “Teman apaan lo yang cuma dateng ke gue pas lagi butuh doang. Giliran ngga butuh ngilang gitu aja.”   Tanpa perlu prolog panjang lebar. Langsung aja gue kupas pernyataan mereka diatas yang sangat ngeganjel itu, keh!   Gue mungkin satu dari seratus orang yang sangat menentang pernyataan itu. Pernyataan yang kalo boleh gue bilang bersifat

Taman Mini yang Tidak Mini

Jika bukan karena kepalang janji sama Kanzia. Gue kayanya bakal butuh lebih banyak pertimbangan untuk bikin postingan ini. Haha. Baiklah, post khusus kali ini gue bakal bikin beda. Sangat berbeda. Ngga kaya post lainnya, kali ini gue bakal dengan gamblang nyebutin nama-nama orang, tanpa sensor, tanpa nyana, contohnya kaya kalimat pertama di atas. Dan kalo postingan gue biasanya kurang bermanfaat, kali ini gue bakal bikin postingan yang sama sekali ngga bermanfaat. Yaitu Field Report kegiatan hari sabtu kemarin di TMII(Taman Mini Indonesia Indah). Hiwigoh. Di salah satu postingan sebelumnya gue pernah cerita kalo gue adalah salah satu member grup di aplikasi chat, Line. Grup penggemar salah satu klub sepakbola, yaitu Arsenal. Kalo dipikir-pikir grup itu cukup aneh, grup online yang notabene personilnya berjarakkan puluhan sampai ribuan kilometer bisa punya ‘tali’ yang begitu kuat. Kita, udah mengenal satu sama lain, ya walaupun gue ngga tau gimana mereka di kehidupan yang sebenarn...

My 'Arsenal'

Jumat tanggal 13. Di tanggal yang sangat spesial ini, gue dedikasikan untuk ngebahas salah satu hal yang paling gue suka di muka bumi. Hal yang begitu kuat dimana ia melekat di dinding paru-paru. Salah satu dari banyak hal yang selalu gue impikan. Mimpi yang ngga mengenal waktu, dan akan terus begitu. Tapi kali ini bukan cewek ya, kalo itu sih udah di post lain. Bukan juga makanan. Yaa walaupun gue orangnya suka makan, tapi mungkin nasi padang bisa menunggu giliran untuk muncul di blog gue. Jadi apa? Gue sebagai lelaki tulen, udah pasti suka sama hal-hal yang berbau fisik. Mulai dari   apapun itu, tanpa terkecuali, salah satunya olahraga fisik. Dan, ada satu cabang olahraga yang dominan di planet ini. Gue juga berani jamin kalo peminatnya adalah 3/4 dari koloni manusia di dunia. Olahraga yang gue rasa ngga mungkin bisa hilang bahkan oleh invasi alien sekalipun. Satu buah titik, yang bisa menyulap seluruh wajah bumi dalam kurun waktu 4 tahun sekali. Udah tau pasti ya. Kalo ...

"Did you get His message?"

Sejatinya, pernyataan bukan satu-satunya cara untuk menyatakan. Dan kebanyakan, pernyataan yang tersirat jauh lebih membuat kita sadar dibanding pernyataan yang tersurat. Maksud gue, banyak hal di dunia ini yang emang tanpa kita sadarin hal itu terjadi, dan itu adalah pelajaran hidup. Pelajaran hidup yang selalu muncul dalam hidup kita. Sampe sini gue rasa lo semua bakal setuju. Pelajaran tambahan itu kita dapet dari berbagai sumber disekitar. Contohnya kaya pengalaman, lingkungan, pergaulan, sudut pandang orang lain, bahkan benda mati sekalipun. Nah, dari banyaknya media pelajaran yang hilir-mudik setiap hari di depan kita. Pernah ngga sih kita sadar? Semua itu ada ngga terjadi gitu aja. Yup, selalu ada alasan dari setiap hal, bahkan hal terkecil sekalipun. Gue sangat percaya. Apa yang terjadi, kenapa itu terjadi, bagaimana itu terjadi. Seluruh partikel kejadian berurutan yang setiap hari kita laluin, kita hadapin. Entah partikel itu bermuatan netral, positif, bahkan negat...

Friday 13th

Horror, mungkin itu kata pertama yang keluar saat ngeliat tanggal 13 yang jatuh pada hari Jumat. Harus gue akuin, gue juga kadang mikir gitu sih. Friday 13th atau Jumat tanggal 13 udah jadi satu tanggal keramat buat kebanyakan masyarakat. Apalagi buat mereka yang maniak film horror. Kalo ada yang nanyain angka sial, gue berani taruhan angka 13 adalah angka yang pertama muncul di pikiran lo. Bener kan? Angka 13 udah jadi satu ikon kuat yang melambangkan kesialan, misteri, hantu, tumbal, atau apapun yang berhubungan sama dunia mistis. 13 adalah angka yang dihindari. Bahkan di Cina, dari yang gue tau, di berbagai gedung pencakar langit disana ngga ada yang namanya lantai 13. Dari lantai 12 langsung ke lantai 14. Tapi kayanya bukan cuma di Cina deh. Dan walaupun itu takhayul yang harusnya bisa dengan mudah tergerus oleh modernisasi jaman urban kaya sekarang. Tapi anehnya masih banyak orang di dunia ini yang cukup kolot buat percaya. Dari berbagai artikel atau hal...

Polaris : Ekuator

" Sometimes we have just to let go of someone who matters to us not because we want to, but because we have to, and it's the right things to do. We just can't force anyone to love us. We cannot beg someone to stay when she wants to leave and be with someone else. This is what live is all about. However, the end of love is not the end of life. It should be the beginning of understanding that love lives for a reason and leaves with a lesson. And guess what? Many people can make you happy in your life. There are so many out there. Some do it by walking into your life. Some do it by walking out. " Gue ngga tau kenapa, tapi paragraf pembuka di atas tiba-tiba aja muncul di otak gue. Jadilah gue taro disitu walaupun sama sekali ngga ada hubungannya sama analogi bintang yang mau gue bahas. Yep, kali ini salah satu bintang akan jadi bintang di postingan ini. Gue suka belajar astronomi, menurut gue astronomi adalah salah satu ilmu yang keren. Pemicu dari kalimat ...

Beat Yourself.

Heloow~ Kemarin, tepatnya hari minggu gue abis ada pertemuan sama temen di komunitas gue. Wait... Komunitas? Iya buat yang belum tau, gue jadi salah satu volunteer di komunitas hijau di kota gue. Apa itu volunteer? Volunteer adalah sukarelawan, dia yang punya dedikasi terhadap suatu hal apapun itu dan mau mengerjakannya dengan sukarela tanpa   pamrih. Dia yang mau meluangkan waktu, tenaga, materi untuk kegiatan dengan ikhlas. Yaa, ehm, kaya gue gini. Cukup pengertian tentang volunteer, nanti gue dikira sombong lagi. Yang mau gue bahas disini adalah apa yang gue lakuin bareng mereka, maksud gue yang akan. Jadi kemarin itu kita ngebahas agenda untuk 3 bulan mendatang, Aksi apa aja yang bakal kita adakan untuk memperingati beberapa hari lingkungan kedepan. Seperti biasa, saat rapat berlangsung gue bersikap pasif. Gue emang kurang jago urusan ngomong dan jadi pusat perhatian di forum resmi kaya gitu. Tapi jangan salah ya, kalo disuruh ngomong depan gebetan sih g...

2015 Could be...

New Year, New Wish, New Me! Paragraf pertama di post pertama gue tahun ini gue dedikasikan buat mencurahkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Duka cita gue untuk mengikhlaskan beberapa resolusi tahun 2014 yang belum bisa terealisasi. Semoga mereka pergi dengan tenang, gue udah berusaha semaksimal mungkin tapi, yah...perjuangan gue masih jauh dari kata cukup untuk mereka. Hiks. Buat yang baca post gue dari awal pasti tau kalo awal tahun kemarin gue udah post tentang resolusi 2014 yang gue rahasiakan. Alesan kenapa ngga gue publish sih karena gue kurang percaya sama kemampuan diri gue sendiri. Jujur. Gue orangnya ngga mau dibilang banyak omong atau cuman teoritis semata. Jadi mending gue bertarung dulu sama kenyataan, kalo udah keliatan hasil dari perjuangan itu nanti bakalan gue post disini keberhasilan resolusi gue. Tapi Allah masih belum mengizinkan gue untuk sombong, dan itu artinya gue gagal mencapai harapan sederhana di tahun 2014 kemarin. Kalo dibilang kecewa

I do Smile

Dua hari lalu, tepatnya hari sabtu di malam minggu yang mencekam. Gue dateng ke acara hajatan alias nikahan temen (cewe) gue. Yahh kalo ditanya, dia emang bukan temen deket gue. Tapi seperti apa yang udah gue jelasin di another post. Lo ga perlu jadi temen deket seseorang buat dapetin undangan pas dia bikin hajatan. Oke lanjut ke nikahan tadi. Berhubung malam itu gue ngga ada jadwal. Jadilah gue untuk menyanggupi permintaannya buat hadir disana. Di tempat dimana gue bakal ngeliat dua orang sejoli yang bakal bersatu secara harfiah pada malam harinya. Tempat dengan persentase kemungkinan terbesar gue bakal ngedenger beberapa pertanyaan basa-basi yang kemungkinan bersifat karsinogenik yang bakal terlontar dari mulut temen-temen gue. Dan

Teori Relativitas

Semua mungkin sepakat sama gue kalo pagi ini diawali dengan kekompakan media massa dalam hal berita. Mulai dari media cetak, elektronik, sosial, sampe media nature. Oke maap, itu Melia. Iya, jadi berita pagi ini itu seragam semua tanpa terkecuali. Tanpa memandang yang paling beda sampai yang paling baru. Beritanya apa? Beritanya adalah kenaikan harga BBM yang bukan jadi isu lagi tapi udah jadi kenyataan. Wuihhh, berita yang sensitif dan bukan termasuk berita populis buat masyarakat kan? Wajar aja langsung geger dimana-mana. Dan pom bensin di h-1 itu udah kek rumah makan padang, tapi gratisan. Kebayang kan ramenya kek mana? Mungkin kenaikan bbm

Memahat Patung

Bukan. Ini bukan live report gue yang lagi les bikin patung atau tutorial cara membuat patung. Sumpah, gue paling gabisa yang namanya seni visual kaya gitu. Ngegambar aja gue paling anti, apalagi bikin patung. Dalam hal ini mungkin Squidward lebih jago dari gue. Memahat yang tertera di judul di atas ituadalah sebuah analogi. Analogi Memahat patung tentunya. Dua tahun lalu gue masih anak sekolah yang belum tau mau kemana harus melangkah. Jujur gue dulu pemuda yang rentan kebawa arus. Kemana-mana ngikut. Liat trending langsung nyoba. Ada yang booming sedikit bawaannya pengen. Dulu gue selabil-labilnya orang labil. Kecuali urusan perasaan ya, gue stabil. Stabil jomblo. :| Waktu celana gue masih abu-abu tuh gue bingung gue ini siapa. Mau ngapain gue ini. Apa yang bakal gue lakuin besok. Gue suram?

Being Hero is Simple

Dalam beberapa tahap permainan yang kita sebut kehidupan ini. Selalu ada pihak-pihak yang dengan atau tanpa bantuannya pasti berpengaruh buat kita. Mereka akan datang perlahan lalu membantu kita melawan musuh yang lagi kita hadapin. Atau juga sang antagonis yang menghambat kita mencapai suatu pencapaian. Siapapun mereka dan bagaimana peran mereka untuk hidup kita, satu hal yang pasti. Mereka yang datang itu punya batasan, selalu ada batasan. Batasan itu kita namakan waktu. Engga selamanya mereka, yang berperan baik maupun buruk itu akan terus berdiri di sekitar kita. Jika sekarang kita udah dapet siapapun itu yang selalu ada di samping kita dalam artian positif. Jangan terlalu senang. Hehe. Percaya sama gue, itu gak akan kekal, kecuali

Belogsepot nih!

Wah selamat hari blog nasional! Gile gue baru tau ternyata ada peringatan tahunan tentang blog. Maklum blogger amatiran yang semangat postingnya masih angin-anginan. Untung gue cek twttr tadi pagi. Sebenernya gue lagi ga pengen nulis, tapi yahh berhubung sekarang ini hari yang bersejarah buat blog jadilah gue maksain buat posting. Tapi tenang aja, semaksa apapun tulisan gue. Tulisan ini bakal gue sortir senyaman mungkin kok. Percaya atau engga, blog jadi salah satu program kerja kementerian Indonesia loh. Yang gue maksud menkominfo ya bukan menteri kehutanan. Buktinya udah jelas, dengan adanya hari blog nasional yang diperingatin setiap tanggal 27 Oktober. Dari yang gue searching, hari blog tahun 2014 ini jadi yang ke 4 sejak tahun 2010 diresmiin sama M. Nuh. Oke cukup pembahasan secara umumnya, sekarang pembahasan secara khusus ya. Maksud gue apa itu blog dari kacamata gue. Dari pemikiran gue yang biasa aja ini. :3 Blogspot. Aplikasi web yang isi postingannya macem-macem ses...

Vision For Me

Hari ini hari yang biasa biasa aja tanpa ada apapun yang spesial. Di tanggal ini gue ngga punya temen yang ultah atau acara khusus. Tapi gue bakal nulis sedikit dari apa yang udah gue alamin dan gue pikirin dengan seksama.   Kita flashback dulu beberapa tahun silam yes. Jadi cerita ini berawal dari mata. Yaiyalah jelas, naif kalo gue bilang apa yang gue rasain saat itu bukan buah kerja dari indera penglihatan gue yang sensitif terhadap cewe cakep. Cewe? Haha iya ini gue mau ngebahas cewe.  Jadi kejadiannya saat gue lagi di sekolah. Gue lupa rincian lainnya selain lokasi pertama gue liat dia. Gue bisa aja mengarang bebas sih, tapi blog gue ini sifatnya originalitas dan terpercaya. Salah dua itu alasan buat gue gamau masukin cerita fiksi. Tapi mungkin nanti untuk alasan lain gue bisa masukin cerita fiksi.  Saat itu di kantin...  Gue sama temen gue lagi makan, biasa jam istirahat. Kondisi saat itu sepi, kantin cuma berisi beberapa kelo...

End of September

30 September. Hari ini, tanggal terakhir di bulan September. Bulan spesial buat gue dan mungkin beberapa orang yang punya kejadian khusus di bulan ini. September selalu menggambarkan keceriaan. Itu yang gue tangkep dari slogan salah satu brand fashion di Mall. Dan emang iya, menurut gue pribadi. September itu bulan yang sangat indah. Karena September adalah bulan dimana gue menghela nafas, lalu menangis dengan mata terpejam, lalu merasakan sesuatu yang mungkin menyakitkan jika saat itu gue tau. Yep, I was born on this month. Banyak orang bilang semangat kita akan bertambah berkali-kali lipat saat memasuki bulan kelahiran. Mungkin yang menjadi acuan pendapat mereka karena ada tanggal khusus yaitu tanggal kelahiran. Ya emang, gue akuin spirit gue di bulan September beberapa tingkat di atas bulan-bulan yang lain. Tapi semua relatif, ngga mungkin tiap tahun gue kaya gini. Tahun lalu contohnya, gue biasa-biasa aja karena pada saat itu status gue baru lulus sekolah dan masih bingun...

Nasionalis[still]me

Upacara bendera di kantor kecamatan jadi schedule pertama gue di pagi hari tanggal 17. Pagi sekitar pukul 8 gue jalan ke kantor kecamatan deket rumah buat sedikit menunaikan kewajiban gue sebagai warga sipil yang teladan. Loh kenapa pukul 8? Bukannya upacara bendera mulai jam 7? Yaiyalah gue dateng jam segitu, kan gue bukan anggota pengibar bendera. Gue dari dulu ngga terlalu suka sama pelatihan baris-berbaris. Dulu pas ikut osis aja gue males-malesan. Dan gue juga bukan peserta, karena status gue bukanlah pelajar atau mahasiswa saat itu. Terus gue ngapain? Gue cuman ikut-ikutan aja ngeliatin upacara dari jarak yang lumayan jauh. Kalo dibolehin sih gue pengen ikut masuk barisan. Tapi, aduhh, kayanya kurang lucu aja kalo mendadak gue yang pake celana pendek, t-shirt, and kupluk masuk ke barisan anak SD. Setelah gue pikir matang-matang akhirnya gue mengurungkan niat itu. Sebenernya alesan gue dateng kesana itu cuma karna keponakan gue ikut marching band yang bakal tampil nan...

Good is Never Enough

Gue nulis ini tengah malem dengan kopi yang jadi perantara mata dan tangan gue. Disaat keadaan di luar lagi ujan gerimis merdu dan sukses ngerasukin jari gue buat ngetik beberapa kalimat yang emang selalu menuhin pikiran gue. Besok, hari sabtu temen alumni sekolah gue ada yang bikin hajatan. Yahh bukan temen akrab sih, tapi masalah hajatan gitu sih kenal aja udah cukup buat syarat nebus undangan dia. Jadilah gue diundang ke pernikahan dia. Gue tadinya udah excited banget pengen dateng. Bukan, bukan karna mau ketemu pasangan pengantin baru yang malam harinya bakal begadang itu. Tapi buat ketemu temen-temen gue, pastinya banyak temen alumni gue yang dateng kesana. Untuk alasan itulah gue jadi onfire buat menyisihkan sedikit dari sedikit uang gue buat amplopan. Karna emang gue udah lama

Sedikit Tentang Ujian

Hay, udah lama banget gue ngga update ini blog. Mungkin ada sekitar 3 bulan blog ini gue telantarin gitu aja. Iya gue ngelanggar komitmen yang udah gue buat saat pertama kali ngebikin blog ini. Tapi gue juga gatau kenapa dalam tempo 3 bulan belakangan gue sama sekali ngga punya ide buat nulis apapun disini. Huft. Memasuki pertengahan April cantik ini, bulan bersejarah buat gue dan semua orang yang udah pernah lulus dari SMA atau sederajat. You know why? Karena beberapa hari di bulan ini bakal terjadi ‘pertikaian’ antara murid dan beberapa lembar kertas, yang mereka katakan sebagai parameter 3 tahun lo di sekolah itu. Udah tau kan? Yup, Ujian Nasional (UN) tingkat SMA. Momok menyeramkan bagi sebagian murid, tanpa terkecuali gue (dulu). Suatu moment, yang selalu bisa menyulap si pemalas  jadi kutu buku, si murid berandal jadi alim, dan lain lain. Yahh walaupun temporer. Tapi gue serius, Ujian Nasional udah jadi magis tersendiri buat kebanyakan murid. Mereka menempuh...

Kaleidosk Me

Selamat tahun baru 2014!!! Well tahun 2013 adalah tahun transisi yang cukup penting buat gue. 6 bulan pertama di tahun itu gue cuma siswa jurusan multimedia di SMK swasta yang sama sekali ngga ada minat di pelajaran produktif gue dan 6 bulan kedua gue udh sukses ngelepas status siswa yang juga artinya gue udah siap buat berlayar di lautan lepas penuh ombak yang disebut kehidupan ini. Semua orang di belahan bumi manapun pasti setuju kalo masa yang paling indah dan berkesan adalah masa sekolah. Iya kan? Hal yang paling garing juga bakal ngangenin saat kita nostalgia beberapa tahun kemudian. Hal garing aja ngangenin, gimana yang paling berkesan buat kita semisal asmara gitu. :') Masa putih abu - abu is an unforgetable moment dalam hidup gue. 3 tahun yang melelahkan, 3 tahun yang sukses mencampur aduk emosi gue sebagai seorang remaja, 3 tahun yang berlalu tanpa gue sadari, tanpa bisa gue protes. Dan semua hal menyenangkan lainnya yang udah terekam sempurna di kepala g...

"gengsi"

Bukannya sok kritis atau apa ya, tapi gue bener-bener bingung sama gengsi manusia jaman sekarang. Barusan aja, eh tapi sebenernya kejadiannya udah lumayan lama sih cuman gue baru sempet nulisnya hari ini. Jadi tuh kemaren di jalan sebelum berangkat ke kantor pas banget di depan mata gue ada tabrakan! Iya, pas banget depan mata gue gue liat motor honda CS1 yang di kendarain sama cowo  yang menurut emaknya  ganteng nabrak ibu-ibu muda bersepeda. Kejadiannya ga ada 3 detik tapi gue masih inget jelas kronologisnya, menurut gue dua-dua nya salah. Lah gimana ngga, yang pertama gue ngga tau itu cowok lagi mikirin apaan sehingga dia ngga fokus ke jalanan. Terus ibu-ibu yang naek sepeda juga asal nyebrang ga liat kiri kanan. And then, terjadilah 'ciuman' mereka. Dan yang gue ngga habis pikir itu orang berdua bukannya sadar sama kesalahan masing-masing malah saling perang mulut di tengah jalan. Dari kejadian yang pernah gue alamin itu

Hidup Itu?

Berbagai macam jawaban ngawur langsung seliweran di kepala gue waktu gue nemuin pertanyaan kaya gini. Engga gampang buat kita nyari definisi a.k.a pengertian dari hidup yang kita jalani ini, yang pasti arti hidup itu bukan cuma bernafas sama berkembang biak ya. Kita harus tau arti yang lebih spesifik dalam satu kata penuh makna itu. Lo tau kan di dunia yang tanpa batas ini jumlah manusia itu terlalu banyak, dan bahkan jauh lebih banyak dari jumlah seluruh rambut yang ada di tubuh bagian teratas lo. Inget, bagian teratas! Gue percaya 100% masing - masing dari mereka pasti punya artian tersendiri mengenai hidup. Semua orang punya pendapat dan keyakinan tersendiri tentang apa yang mereka sebut kehidupan. Contohnya gini deh, seseorang yang punya latar belakang yang berbeda pasti punya definisi hidup yang beda. Lo ngerti kan maksud gue? Dia yang hidup dari kasta atas ngga mungkin punya pengertian hidup seperti dia yang hidup di kasta bawah. Mungkin kebanyakan dari mereka yang hidup di...

Sepatah - Dua Patah Kata

Hello, selamat awal bulan Desember di tahun 2013 ini. Di awal bulan ini entah kenapa gue pengen banget nih ngebuat blog baru. Kalo di hitung sih ini tuh blog gue yang ke-4 yang pernah gue buat. Mau tau gimana nasib dari ketiga blog gue yang lainnya? Tragis, gue lupa password semua! Yah, semoga aja blog gue yang baru ini ngga bernasib sama kaya blog gue yang terdahulu ya. Tapi kali ini gue serius ngegarap blog yang ini, sumpah. Alesannya? Agak konyol sih ya. Gue cuma pengen anak dan anak dari anak gue ini ngeliat tulisan yang biasa aja dari gue ini. Mungkin nanti gue bisa ngasih password blog ini ke mereka kelak, tapi itu juga kalo gue ngga lupa lagi passwordnya. Dari SD gue udah suka banget sama aktifitas menulis, mungkin gue harus berterima kasih sama guru gue pas SD. Karna tanpa kontribusi dari dia yang selalu nyuruh gue ngerangkum buku paket dan buku cemara (sekarang namanya LKS), mungkin blog ini ngga bakal pernah ada. Awal gue masuk SMP gue masih tetep suka sama keg...